webspace hosting reseller hosting|             | blog| forum| dating| free hosting| openhost| report abuse
Internet Fax To Email - Unlimited

Unlimited Faxes, No Fees, Dedicated Phone Number

Free Website Templates

Titip Mamaku Ya Allah… Sayangilah Mamaku…

Post by: admin on April 30th, 2009 | File Under Life n' Share, Love

“Lu, bangun… udah adzan subuh. Sholat dulu, mandi, trus maem.

Sarapanmu udah Mama siapin di meja… “

Tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.

Mama sayang… ga usah repot-repot Ma, aku udah dewasa ”

pintaku pada Mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Sering ketika Mama mengajakku jalan-jalan dan makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya.

Atau saat Mama membelikanku baju-baju lucu…. sering aku menolak, dengan alasan aku sudah gede lah, nggak pantes pakai baju model gitu lah, dan lain-lain.

Bahkan saat Mama setia menemaniku lembur nggarap tugas sampai malam… Mama sering membuatkanku cemilan atau sekedar kopi supaya aku tidak mengantuk. Mama belum mau tidur kalau aku masih terjaga.

Ah Mama… Maafkan aku kalau saat itu aku marah… Aku takut Mama sakit…

Aku hanya tidak ingin Mama terlalu memanjakanku, aku ingin gantian memanjakan Mama, meladeni Mama.

Ingin kubalas jasa Mama selama ini dengan hasil keringatku. Aku ingin Mama bahagia…

Tapi… sepertinya aku salah. Raut sedih itu tak bisa Mama sembunyikan.

Kenapa Mama mudah sekali sedih ?

Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Mama,

karena dari sebuah artikel yang kubaca, orang yang lanjut usia atau sepuh, bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak..

tapi entahlah.. niatku ingin membahagiakan Mama malah membuat Mama sedih.

Seperti biasa, Mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,

” Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Mama. Apa yang membuat Mama sedih ? ”
Kutatap sudut-sudut mata Mama, ada genangan air mata di sana .

Terbata-bata Mama berkata,

” Tiba-tiba Mama merasa kamu dan saudara-saudaramu tidak lagi membutuhkan Mama.

Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri.

Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian,

Mama tidak bisa lagi jajanin kalian,

memperhatikan kalian…

Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ”

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Mama.. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.

Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri, untuk melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku instropeksi…

Apa yang telah kupersembahkan untuk Mama dalam usiaku sekarang ?

Adakah Mama bahagia dan bangga pada putera putrinya ?

Ketika itu kutanya pada Mama, Mama menjawab :

Banyak sekali sayang, kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Mama.

Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan .

Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Mama.

Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Mama.

Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Mama.

Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan ,

di situlah kebahagiaan orang tua, kebahagiaan Mama.”
Betapa tulusnya kasih sayang seorang Ibu.

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,
“Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Mama.

Masih banyak alasan ketika Mama menginginkan sesuatu. ”

Betapa sabarnya Mamaku melalui liku-liku kehidupan.

Dulu sebagai seorang istri pejabat seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Mamaku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah, atau menyerahkan tugas kepada pembantu. Mama begitu sibuk mendampingi Papa.

Tapi tidak! Mamaku seorang yang idealis.

Menata keluarga, melayani suami, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun.

Pukul 3 dinihari Mama bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh, Mama ke dapur menyiapkan sarapan… sementara aku dan saudara-saudaraku sering tertidur lagi…
Ah, maafin kami Mama … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Mama lelah..

Sanggupkah aku ya Allah ?

“Lullu sayang.. bangun, udah azan subuh .. Cepetan sholat, mandi trus maem,

sarapanmu udah Mama siapin dimeja.. ”
Kali ini aku lompat segera..

kubuka pintu kamar dan kurangkul Mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput,

kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan,

“Terimakasih Ma, aku beruntung sekali memiliki Ibu seperti Mama, yang baik hati dan sangat menyayangi aku.

Ijinkan aku membahagiakan Mama..”

Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

Cintaku ini milikmu, Mama.. Aku masih sangat membutuhkanmu..

Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat…

tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “aku sayang padamu.. “,

namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita.. Papa dan Mama walau mereka tak pernah meminta… Kakak dan Adik kita… Suami ataupun Istri… Sahabat…
Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka merasa sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua’lam

“Ya Allah, aku titip Mamaku, cintailah Mamaku,

beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Mama..

Membahagiakan kedua orangtuaku…

Ijinkanlah aku membalas kasih sayang yang telah mereka limpahkan selama ini padaku.

Ampunilah segala dosa-dosa mereka

dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku selagi aku kecil “ .

Amiin.

Semoga suatu saat nanti aku juga bisa menjadi Ibu seperti Mama. Amiin.

Terinspirasi dari someone milis...
Biem, Thank you.You make me realize that...I do love my Mom and Dad so much.
More than anything... more than everything in this world.  
Comments (One response so far)

Batik Surakarta itu, Ya Laweyan

Post by: admin on March 12th, 2009 | File Under Batik

Batik Surakarta itu, ya Laweyan. Dari tlatah Pajang, batik mengular menyesuaikan alur Kali Laweyan, masuk Bengawan Solo dan seterusnya sampai ke Laut Jawa, hingga muncullah motif batik pesisiran. Ekspor barang dari Indonesia dalam pengertian modern, konon berupa batik asal Laweyan pada awal 1930-an.

membatik lagi

Kenapa batik Surakarta harus identik dengan Laweyan, sebab di sanalah konon batik bermula, diproduksi secara turun-temurun. Kyai Ageng Henis-lah yang memperkenalkan batik kepada penduduk sekitar Pajang pada awal abad ke-16. Setidaknya, begitulah yang diyakini warga Laweyan hingga kini.

Asal tahu saja, masyarakat batik Laweyan masih bertahan pada definisi kata batik, yang tidak hanya merujuk pada sebuah motif semata. Mereka menolak produk pabrikan, yang dibuat dengan menggunakan mesin-mesin modern sebagai batik. “Disebut batik itu, ya bila dibuat dengan menggunakan malam (lilin) dan melalui proses pewarnaan tertentu,” ujar Gunawan, pengelola rumah batik Putra Laweyan.

Tak hanya Gunawan, Widhiarso juga mengatakan hal yang sama. “Jadi, batik itu bukan terbatas pada motif,” ujar pengurus harian Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan itu.

Naik-turun usaha batik Laweyan selalu beriringan dengan dinamika politik nusantara, sejak sebelum maupun setelah bernama Indonesia. Pada masa penjajahan dulu, Laweyan selalu dikontrol ketat oleh pemerintah kolonial Belanda, apalagi sejak Kyai Samanhudi membentuk organisasi perlawanan bernama Sarekat Dagang Islam. Proses pemasaran batik pun tak laluasa dilakukan.

batik_laweyan_7860.jpg

Pada masa pergerakan, batik menjadi sumber ekonomi yang juga menopang gerakan perlawanan. Soekarno, Hatta dan tokoh-tokoh politik nasional, dilaporkan kerap berkunjung ke kampung itu, untuk rapat gelap dan melakukan konsolidasi. Ironisnya, masyakarat Laweyan merasa digencet justru pada masa Orde Baru.

Soeharto dianggap sebagai orang di balik masuknya mesin-mesin tekstil modern ke Surakarta melalui Batik Keris. “Tidak mungkin mesin tekstil didatangkan kalau tidak untuk menggencet usaha batik Laweyan. Apalagi, penempatan lokasi pabrik berdekatan dengan Laweyan,” ujar Pak Yanto, juru kunci Makam Kyai Ageng Henis.

Pak Yanto bertutur, sebelum Batik Keris hadir pada awal 1970-an, usaha batik sangat maju. “Di sini banyak saudagar kaya, yang mempekerjakan setidaknya 100 orang setiap rumah,” kenang Pak Yanto. Selain para buruh, kehadiran Batik Keris juga memukul usaha-usaha pemintalan benang yang dikelola perorangan, juga sentra industri lurik di Pedan, Klaten.

“Semua gulung tikar. Orang juga tak mau lagi menjalankan usaha pembuatan benang dari kapas karena kalah murah dengan barang-barang keluaran pabrik modern. Padahal, dulu banyak orang menanam kapas di sepanjang tepian sungai,” tambah Pak Yanto.

Dawet Laweyan

Laweyan sendiri, berasal dari kata lawe, yakni serat-serat kapas halus yang merupakan bahan baku pembuatan kain mori. Kata Laweyan menunjukkan tempat dimana banyak benang lawe di sana.

Tapi, wajah Laweyan kini sudah tak semuram beberapa puluhan tahun silam. Popularitas batik yang kian meningkat, bahkan ke kalangan anak-anak baru gede dan remaja, membuat kebutuhan akan bahan batik terdongkrak pula. Dan Laweyan, kini mulai menggeliat. Bila hingga 2004 lalu hanya tersisa 11 usaha batik, kini sudah mencapai 60-an orang yang menghidupkan kembali usaha batik, khususnya batik cap dan batik tulis.

Kunjungan Blogger

Apa yang dilakukan Pak Alpha, Mas Gunawan, Mas Widhiarso dan kawan-kawan lewat Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan berbuah apresiasi. Pada 7 Januari lalu, Laweyan diganjar hadiah upakarti yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk kategori kepeloporan mereka menghidupkan Laweyan, bukan saja sebagai kampung batik, namun juga kawasan heritage.

Seberapa mahal harga batik Laweyan? Jawabannya adalah relatif. Batik cap bisa Anda beli dengan harga mulai Rp 50 ribuan hingga ratusan ribu. Namun untuk batik tulis, selain kerumitan motif harga juga ditentukan oleh jenis bahan (ada mori hingga sutera). Kalau Anda mesti merogoh kocek hingga jutaan rupiah, jangan dulu Anda menganggap mahal.

Coba Anda hitung sendiri, berapa ongkos produksinya bila untuk menghasilkan satu stel bahan batik saja, ibu-ibu di Laweyan sana harus menorehkan malam lewat canthing selama satu hingga dua bulan? Di luar harga bahan, coba tengok upah minimum regional (UMR) Surakarta yang sudah di atas Rp 700 ribu.

Maukah Anda dibayar sesuai UMR dan harus suntuk bergaul dengan malam dan canthing selama itu hanya demi mengenakan batik tulis untuk menghadiri sebuah pesta atau pertemuan bisnis?

From : http://solo.dagdigdug.com Posted by Keliling Surakarta on Januari 21st, 2009

Comments (No responses yet)

Referensi Kebaya Cantik dari Designer Indonesia

Post by: admin on March 12th, 2009 | File Under Kebaya


Kebaya sudah lama dikenal sebagai busana khas Indonesia. Kini para designer mengembangkan kebaya menjadi busana adiluhung yang menawan. Diberbagai pesta dan pertemuan resmi dapat kita lihat, wanita Indonesia mulai menggunakan kebaya kembali. Kebayapun sudah tidak lagi terbatas pada model-model yang standard, melainkan hadir dengan sentuhan-sentuhan penuh pesona yang memancarkan keanggunan sipemakai.

Berikut saya rangkum design-design kebaya karya Adjie Notonegoro terpilih yang bisa menjadi referensi kebaya pesta Anda. Check this out :)


Comments (2 responses so far)

Warna Wedding Gown ?

Post by: admin on March 6th, 2009 | File Under Fashion Style

Pilih Gaun Putih atau Percikkan Sedikit Warna?

Ingatkah Anda akan foto hitam putih pernikahan orangtua Anda dulu?. Dengan make up tebal dan gaun besar ala Lady Di, sambil berdiri kaku menghadap kamera. Pernahkah Anda membayangkan berdiri berjam jam memakai gaun putih seberat itu, sambil mempertahankan keseimbangan dan keanggunan saat berjalan.

Hm…mungkin tak bisa dibayangkan ya? Kita yang menikah atau akan menikah di zaman sekarang memang jauh lebih beruntung, karena trend gaun pengantin berkembang menjadi makin ringan, sederhana, dan modern. Satu hal yang hampir tak berubah adalah warna putih yang masih difavoritkan.

Warna putih yang berawal dari Inggris

Ribuan, atau bahkan jutaan gadis di dunia yang memimpikan pernikahan sempurna pasti membayangkan akan mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang sempurna. Tak jarang, gambaran itu sudah mereka impikan, bahkan sebelum mereka mendapatkan pasangan yang sempurna. Mengapa pilihannya jatuh ke warna putih? Dari mana tradisi ini berawal?

Ternyata Ratu Victoria yang menikah dengan pangeran Albert di tahun 1840 –lah yang mempopulerkan gaun pengantin berwarna putih yang dikenal hingga sekarang. Padahal di zaman itu gaun pengantin berwarna biru lebih populer di kalangan masyarakat Inggris. Gaun yang dikenakan sang Ratu seolah memberikan pengakuan akan kedudukan dan gaya berbusana pengantin bagi para wanita Inggris di zamannya.

Beda warna beda makna?

Popularnya gaun pengantin berwarna putih, ternyata juga berkaitan dengan tradisi yang telah berakar kuat. Hampir sebagian besar orang tua menolak putrinya mengenakan gaun pengantin berwarna. Pasalnya warna putih pada gaun pengantin dikukuhkan menjadi lambang suci dan bersih. Keteguhan pada tradisi ini pun, akhirnya mengesampingkan fakta, bahwa sentuhan warna pada gaun pengantin bisa memberikan aksen yang berbeda. Dan…yang jelas tak membuat setiap pengantin terlihat seragam. Anda pasti bisa membayangkannya, saat melihat semua foto atau video saudara, kolega dan sahabat yang mengenakan gaun pengantin putih. Hampir dipastikan setiap mempelai wanita terlihat serupa tapi tak sama :)

Di kalangan masyarakat Barat, bahkan ada berbagai mitos tak sedap yang berkembang seputar gaun pengantin berwarna lain selain putih. Old rhyme berikut sepertinya turut memberikan andil dalam tradisi yang dibawa dari gaun pengantin international ini.

Married in white, you have chosen all right.
Married in green, ashamed to be seen.
Married in red, you will wish yourself dead.
Married in blue, you will always be true.
Married in yellow, ashamed of your fellow.
Married in black, you will wish yourself back.
Married in pink, your spirits will sink.

Tidak perlu berubah total

Untungnya mitos ini mulai berubah seiring berjalannya waktu. Bersamaan dengan bentuk dan pola gaun yang berubah, warna gaun putih pun acapkali dianggap membosankan bagi beberapa desainer terkemuka mancanegara. Saat ini banyak sekali selebritis lokal dan luar negeri yang mengenakan gaun pengantin “berwarna”. Salah satunya Thessa Kaunang, presenter papan atas ini mengenakan gaun pengantin pendek berwarna ungu yang manis saat resepsi pernikahannya. Lalu ada Vera Wang, perancang jenius ini kerap kali memadukan warna warni pada gaun pengantin putih, lewat detail pemanis pada pinggang seperti belt atau dibawah dada.

Anda tidak perlu mengganti warna gaun pengantin secara drastis jika memang belum merasa yakin. Toh jika tetap ingin tampil beda, ikuti beberapa trik berikut ini:

Tips & Trik
1. Anda bisa menambah cape (baca: kep – sejenis mantel terbuka) atau bolero dengan warna gold, beidge, atau krem yang dipadukan dengan gaun putih Anda. Tetap aman bukan?
2. Penambahan brocade (brokat) berwarna pada bagian bawah gaun bisa menjadi detil indah yang kreatif!.
3. Coba ambil inspirasi para desainer mancanegara yang memadukan pita berwarna warni pada pinggang atau di bawah dada. Jangan lupa tambahkan bross besar pada bagian tengah pita, di depan atau di belakang sama cantiknya.
4. Tambahan lace yang melingkar dapat di aplikasikan di sekeliling lingkar dada atau di balik lipitan tangan.
5. Bahan satin yang lembut dengan warna broken white, sangat cocok dipadupadankan dengan bahan beludru yang berwarna kontras. Very catchy!
6. Bordiran klasik yang berwarna pada tail (buntut gaun) dapat memberikan nuansa kental yang sesuai dengan warna tema pernikahan anda.
7. Tambahan detil berwarna pada gaun Anda bisa di buat matching dengan warna bunga tangan, dasi pasangan anda, bahkan dengan gaun bridesmaid Anda.

Mudah bukan? Jika punya sedikit keberanian dan kreativitas, beberapa perubahan kecil dapat memberikan kesan yang berbeda pada gaun pernikahan Anda. Bagaimana pun ini adalah pesta yang sudah lama didambakan dan diharapkan untuk seumur hidup. Jadi selain mendengarkan pendapat dari pihak luar, tak ada salahnya Anda mendengarkan pendapat pribadi bukan?.

sumber: berbagai sumber.

Comments (No responses yet)

Metamorfosis Kebaya Tradisional

Post by: admin on March 6th, 2009 | File Under Kebaya

Apa yang terbayang dalam pikiran Anda ketika mendengar kata kebaya? Pakaian jadoel kegemaran eyang-eyang yang sudah ketinggalan jaman? Di tangan dua perancang kebaya ternama Indonesia, raden Sirait dan Ferry Sunarto, kesan kuno itu bagaikan sirna. Sebagai gantinya, tercipta rancangan yang modern, chic, trendy dan gaya!

Kilas Kebaya
Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan wanita Indonesia dan Malaysia, juga Singapura dan Brunei. Biasanya kebaya yang terbuat dari bahan tipis bersulam atau kain brokat, dikenakan dengan sarung, batik atau kain tenunan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.

Kebaya, diyakini berasal dari adaptasi pakaian Tiongkok, yang menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Kebaya akhirnya dapat diterima oleh budaya dan norma setempat setelah melewati proses akulturasi yang berlangsung ratusan tahun.

Sebelum tahun 1600, di Pulau Jawa, kebaya hanya dikenakan wanita dari kalangan bangsawan. Selama masa penjajahan Belanda, kebaya mulai juga dikenakan oleh wanita-wanita Eropa. Pada masa ini pulalah, mulai dibuat kebaya dengan bahan yang lebih bervariasi misalnya sutera dengan sulaman warna-warni.

Jenis kebaya yang kini lebih dikenal dengan sebutan Kebaya Encim, sebenarnya berasal dari jenis Kebaya Nyonya yang diciptakan pertama kali oleh orang-orang Peranakan dari Malaka. Kebaya yang terkadang juga disebut dengan nama Kebaya Nonya ini biasanya dikenakan dengan sarung dan selop cantik bermanik-manik yang disebut “kasut manek”.

Variasi Kebaya
Layaknya jenis fesyen lain yang selalu mengalami perubahan dan perkembangan, kebaya juga terus mendapatkan modifikasi dari para perancang kebaya di tanah air. Kebaya yang biasanya dikenakan dengan kain panjang atau sarung, kini malah dipadu padankan dengan busana dari Barat, seperti jins atau rok. Lebih lengkapnya baca di sini.

Modifikasi juga dilakukan oleh dua perancang kebaya terkemuka, raden Sirait dan Ferry Sunarto. raden Sirait, misalnya, suka menggunakan bahan taffeta dutchess, schiffon dan taffeta silk, yang dipadukan dengan batik. Kebaya pengantin rancangannya pun dipadukan dengan batik. “Sebaiknya memang dikenakan dengan batik tulis, karena akan terlihat lebih hidup walaupun harganya lebih mahal,” jelas Monica Lumbansiantar, General Manager raden Sirait. “raden Sirait sendiri biasanya menggunakan batik dari Solo, Jogya atau Cirebon. Selain itu tergantung dari request klien (calon pengantin),” tambahnya lagi.

Lain lagi dengan Ferry Sunarto, perancang muda satu ini lebih suka menggunakan bahan france lace, yang dijahit dengan build-in bustier (lining lapisan setelah brokat) sehingga motifnya lebih menonjol. Selain itu Ferry juga suka memakai bahan italy tulle yang dikombinasikan dengan bahan schiffon silk. Alasannya, karena kedua bahan in lembut dan mudah memadukan warna. Paduannya? Bisa dengan batik Sin Jang atau batik tulis / ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dari Pekalongan.

Bermain Motif dan Gaya
Keunikkan kebaya rancangan raden Sirait terletak pada metode pembuatannya yaitu cut and place. Kain brokat yang akan digunakan dipotong-potong di bagian motif bunganya. Setelah itu, potongan motif bunga itu ditempel , dijahit, dan ditata ulang pada sehelai tulle kosong. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan pemasangan detil untuk mempercantik, misalnya dengan payet dan beads. Intinya gaya yang menjadi cirinya adalah menyalahi pakem yang ada. Selain itu kelebihannya terletak pada permainan motif yang berbeda antara kiri dan kanan lengan (asimetri). Jadi, hampir dipastikan, tidak ada satu kebaya pun dengan desain yang sama. Wah.. bisa bermain-main gaya nih dengan kebaya raden Sirait…^^

Sedangkan ciri khas Ferry Sunarto terletak pada rancangannya yang berkarakter young and glam. Garis rancangan yang kontemporer dan modern diwujudkan dengan eksperimen desain dan bahan yang disesuaikan dengan jaman. Lewat garis rancangannya, Ferry ingin mengatakan kebaya bukan hanya bisa tampil tradisional namun bisa juga tampil secara modern dan avant garde. Kebaya pada dasarnya mempunyai berciri khas sama, yakni seksi dan eksotik. Desain kebaya pun bisa dipadukan dengan inspirasi budaya lain. Misalnya mengambil inspirasi dari cara berbusana abad 18 Eropa, seperti gaya berbusana zaman Edwardian, gaya yang terinspirasi dari jaman keemasan Napoleon Bonaparte-gaya empire look, yang lebih ringan dari zaman Victorian.

Ragam Kebaya


raden Sirait.

Perancang satu ini mengklasifikasi kebaya berdasarkan siluet. Lihat saja rancangannya untuk pagelaran Kebaya for the World (2006, Bali). Kebaya rancangannya memadukan siluet kebaya Indonesia dengan jenis busana berbagai Negara, mulai dari Asia (Jepang, China) bahkan sampai ke Eropa (Spanyol). Salah satu hasilnya adalah rancangan kebayanya berpotongan leher rendah dengan lengan super lebar ala kimono Jepang. Nuansa budaya Jepang makin dipertegas dengan obi dan aksesoris tusuk konde yang menyerupai bunga sakura. Unik, bukan?

Pada rancangan Kebaya for the Red Carpet, raden Sirait membuat garis potongan kebaya yang khusus dikenakan oleh para selebriti pada saat berjalan di karpet merah. Kebaya seri red carpet ini menggunakan permainan warna yang berani dan kontras di antaranya hijau, merah yang dipadu dengan gold terang. Ekor kebaya yang menjuntai indah ke belakang, memberikan keindahan lain yang unik. Untuk kebaya pengantin, raden Sirait menggunakan bahan seperti taffeta dutchess, schiffon, dan taffeta silk .

Ferry Sunarto.
Seiring dengan perjalanan waktu, jenis-jenis kebaya pun berkembang dengan pesat. Dalam tulisannya yang berjudul The Sketch of Kebaya, Ferry Sunarto, mengungkapkan terdapat sejumlah jenis kebaya yang memiliki kekhasan tersendiri.

Kebaya Kartini adalah ‘warisan’ model kebaya yang dikenakan oleh perempuan ningrat semasa era R.A Kartini. Tak heran bila kebaya model ini disebut dengan istilah Kebaya Kartini. Potongannya mirip dengan Kebaya Encim, namun terdapat perbedaan, yakni lipatan pada bagian dada. Panjang kebaya juga menutup panggul. Ciri khas lainnya adalah lipatan kerah yang membentuk garis vertikal, sehingga membuat pemakainya terkesan lebih tinggi dan ramping. Kesan klasik- eksotis akan terasa lebih kuat, jika dikenakan dengan long torso atau korset terpisah. Kenakan dengan stolla dan Anda pun akan terlihat lebih chic dan dramatic.

Kebaya Kutubaru Siluet Kebaya Kutubaru ini ditampilkan dalam bentuk gier (lapisan bagian tengah muka kebaya) dan sebagai pembatasnya menggunakan kutubaru (kaitan benang). Potongan kebaya seperti ini lebih berkesan standar dengan lengan agak pas. Biasanya busana Kebaya Kutubaru menggunakan tambahan korset atau long torso yang terpisah dari kebaya.

Kebaya Buka Depan Siluet kebaya ini menggunakan potongan kerah yang umum dipakai. Yakni sedikit rendah dengan bukaan kancing sengkelit depan dan siluet kebaya yang melingkar ke belakang. Desain kebaya ini akan terkesan sedikit modern dengan menggunakan bahan tulle yang diaplikasi dengan french lace. Pada saat dikenakan biasanya menggunakan bustier atau korset yang terpisah.

Baju Kurung Berawal dari busana tradisional khas Sumatera yang sangat kuat akan tradisi akar budaya Islami. Baju kurung dibuat tidak begitu pas di badan dan dengan bukaan belakang. Bermodel simple layaknya sebuah blus, baju kurung biasanya dijahit dengan menggunakan vooring sebagai lapisan agar tidak menerawang.

Kebaya Modifikasi Disebut modifikasi karena terdapat permainan detil dari struktur kebaya itu sendiri. Dalam sketsa rancangan di bawah ini , Ferry Sunarto menciptakan rancangan teknik built in bustier. Bustier jenis ini dapat disesuaikan dengan anatomi tubuh pemakainya karena teknik pemasangan barline yang membentuk tubuh secara proporsional. Perpaduan kebaya dengan nuansa gaya busana bangsa lain, terlihat pada detil bagian depan yang berlipit dan bergaris empire line, serta lengan berbentuk lonceng. Modifikasi juga dilakukan pada bukaan rendah di bawah leher dan penggunaan tali temali sebagai ciri-ciri korset yang berkarakter kuat.

Khusus untuk kebaya pengantin, Ferry Sunarto memodifikasi dari gaya Edwardrian dengan mengambil dari beberapa bagian dari gaya ini, semisal bentuk bagian lengan yang puffy ataupun rok ball gown.

Padu Padan Cantik
Selain batik dan rok, kebaya, menurut Ferry Sunarto, bisa saja dipadu dengan celana palazzo untuk menghadiri pesta istimewa. Kebaya dengan lengan 3/4 atau kebaya yang panjang nya hanya setengah pergelangan paha bisa saja dipadu dengan celana capri (pola pas 3/4-capri pants). Untuk aksesoris, bisa dipermanis dengan pemakaian bros dan anting-anting. Agar tak terkesan ramai, Ferry Sunarto menyarankan memilih salah satu antara kalung, anting atau gelang.

Anda juga bisa tampil berbeda bila memadukan kebaya dengan pelengkap lain yang kontras, semisal ulos tarutung, seperti yang dianjurkan raden Sirait.

1, 2, 3… Makin Gaya dengan Kebaya
1. Anda yang kepingin berkebaya, mesti punya rasa PD (percaya diri) yang tinggi. Pastikan Anda merasa nyaman menambilkan lekuk tubuh, karena kebaya yang umumnya berpotongan pas di badan. Dengan nyaman maka kebaya yang dikenakan akan terlihat bagus.
2. Tentukan desain sesuai kepribadian, bentuk tubuh, dan tema acara yang akan Anda hadiri.
3. Sebelum bertemu dengan desainer, pastikan Anda sudah punya gambaran rancangan kebaya yang ingin dibuat. (Ferry Sunarto).
4. Konsultasikan tema acara dengan desainer (raden Sirait).
5. Padu padankan kebaya dengan berbagai jenis celana, rok atau aksesoris yang ringan saat menghadiri acara-acara yang bersifat tak resmi (casual party), seperti pesta cocktail.
Comments (No responses yet)

Percayalah…

Post by: admin on January 17th, 2009 | File Under Life n' Share

Setiap kesedihan yang membuat kepala tertunduk,

setiap tetes air mata yang mengalir,

tentu mempunyai alasan dan arah bagi kepentingan kita.

Setiap luka hati,

setiap seruan pedih,

setiap rasa kesendirian,

setiap malam yang terasa panjang dan mencekam,

tentu mempunyai alasan dan arah untuk perkembangan kita.

Jika kita percaya kepada Allah,

semuanya itu akan berbalik menjadi kebaikan bagi kita.

Hanya Allah yang tahu, mengapa harus begitu.

Comments (No responses yet)

HidUp AdaLah PiLiHaN

Post by: admin on January 17th, 2009 | File Under Life n' Share

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup.

Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani.

Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan…

kengerian… keraguan…

dan kebimbangan-kebimbangan, yang kita ciptakan sendiri.

Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk

tak mau melangkah,

dan tak mau menatap hidup.

Karena HIDUP ADALAH PILIHAN…

maka HADAPILAH ITU DENGAN GAGAH.

Dan karena HIDUP ADALAH PILIHAN,

maka PILIHLAH DENGAN BIJAK.

Comments (One response so far)

ReSpecTs

Post by: admin on January 13th, 2009 | File Under Love

You’ll know your soulmate you have met,

when there is a mutual respect,

when boundaries that you both have set,

and promises that you’ve made are kept.

Each must value themselves too,

and take pride in what ever they do.

Comments (No responses yet)

Nasehat Untuk Sahabat :

Post by: admin on January 8th, 2009 | File Under Friendship

Sudahlah Sahabat, tak perlu gelisah.

Percayalah,

Allah Maha Tahu atas kondisi yang telah, sedang, dan akan terjadi.

Sekarang,

Allah sedang memperhatikanmu, wahai Sahabatku.

Sebab, ketika ujian bertubi datang,

seringkali berarti calon bintang akan dilahirkan.

Sehingga tidak perlulah kecewa dengan ujian yang melanda,

tidak perlu berburuk sangka kepada Tuhanmu atas kondisi yang ada,

dan tidak perlu berduka atas bencana yang menimpa.

Pasrahlah, ikhlaskanlah, bahkan jika mampu…

kagumilah perhatian Tuhanmu kepadamu,

yang mudah-mudahan mengharapkanmu menjadi manusia yang unggul

dan selalu dapat meningkatkan keimanan kepadaNya.

Sahabat,

satu kali iman kita melangkah maju,

belum tentu satu kali pula ujian yang menyerbu.

Allah, Tuhan Yang Maha Satu lebih tahu akan hal itu.

Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam orang-orang yang mampu menghadapi ujian ini dan itu.

Firman Allah SWT Q.S. Al Ankabuut ayat 2 :

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan,

“Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi ?”

Sahabat,

percayalah kepada Allah,

Tuhan Yang maha Pengasih lagi Maha Pemurah,

dan jadilah ahli hikmah,

dimana semua ujian yang tengah engkau hadapi

bisa menjadi pelajaran, dan pengalaman berharga bagimu.

Comments (No responses yet)

Yakinlah Bahwa Beban Kehidupan Itu Dapat Diselesaikan …

Post by: admin on January 8th, 2009 | File Under Life n' Share

Kadang, kita merasa beban hidup kita terlalu berat. Sehingga kita berpikir, apa sih maksud Allah memberikan beban yang sangat berat pada kita ?

Sangatlah baik untuk mencari hikmah dari apa yang sedang dibebankan Allah kepada kita, dan sangatlah tidak baik untuk menyalahkan Allah atas segala beban yang sedang kita derita.

Pada kenyataannya, seringkali ketika Allah telah menentukan bahwa kita sanggup menyelesaikan beban dariNya, kita sendiri malah pesimis terhadap ketentuanNya. Maka Tak perlu heran, dengan pesimis, beban pun akan semakin sulit untuk diselesaikan.

Karenanya yakinlah kepada firman Allah SWT dalam Q.S. Al Baqarah ayat 286 : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

Nah, Allah berfirman bahwa Ia tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Oleh sebab itu kita harus percaya kepada firman Allah tersebut. Jangan lupa berdoa dan berusaha semaksimal mungkin agar kita dapat keluar dari beban yang sedang kita rasakan. Insya Allah, Allah pun akan menolong kita.

Selain itu, hal menarik yang perlu kita ambil pelajaran dari ayat di atas adalah bahwa

“Allah saja tidak pernah membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya,

lalu mengapa kita harus membebani diri sendiri di luar kesanggupan kita,

bahkan terkadang pula membebani orang lain di luar kesanggupannya?”

Comments (No responses yet)